Selasa, 23 Oktober 2012

BISNIS YANG DIJAMIN TIDAK RUGI


Baru-baru ini ada berita yang menghebohkan, salah satu perusahaan Robert T Kiyosaki bangkrut. Saya tidak tahu pasti berita tersebut benar atau tidak. Saya juga enggan mencari kebenaran berita itu. Mengapa? Bagi saya, walau dikelola orang hebat sekalipun, bisnis apapun berpeluang bangkrut. Pikiran saya yang lain, jangan-jangan ini strategi bisnis Kiyosaki untuk meraih keuntungan.


Bicara bisnis bangkrut, saya jadi teringat ketika tahun 2001 semua bisnis saya ludes bahkan meninggalkan hutang. Saat hati gundah gulana, saya mencari ketenangan hati dengan belajar ke berbagai guru kehidupan di Bogor. Saya menerima banyak nasihat, ada yang normatif tetapi banyak juga yang ‘nancep’ ke dalam hati.

Salah satu nasihat yang membekas hingga sekarang adalah: Semua bisnis berpeluang rugi. Hanya tiga jenis bisnis yang dijamin tidak akan rugi selama-lamanya. Anda ingin berbisnis yang tidak akan pernah rugi? Berbisnislah ketiga hal tersebut segera, jangan ditunda-tunda karena yang menjamin tidak rugi adalah Allah SWT, Sang Maha Tahu. Mau? Benar?



Nah, apa saja tiga jenis bisnis yang dijamin tidak akan pernah rugi itu? Di dalam Al-Qur’an surat Al Fathir: 29, Allah memberitahukan: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”

Bisnis yang dijamin tidak rugi hanya tiga, yaitu: membaca Al Qur’an, mendirikan sholat, dan sedekah. Jadi, segeralah melakukan ketiga bisnis tersebut, maka dijamin tidak akan pernah merugi. Hebat ya? Modalnya kecil, mudah pula melakukannya, tidak perlu studi kelayakan tetapi bisnisnya dijamin tidak rugi. Anda akan sangat merugi apabila tidak mengambil ketiga bisnis itu.

“Wah, saya belum bisa membaca Al-Qur’an!” Belajarlah segera. Semakin ditunda semakin rugi Anda. “Wah, saya belum bisa konsisten untuk sholat lima waktu!” Ya ampun, hanya beberapa menit saja tidak mau dan mampu. Anda memang pemalas tingkat dewa dan orang yang tidak tahu diri. Hanya diminta “lapor” beberapa menit kepada yang memberi kehidupan saja tidak sempat.

“Wah, saya belum kaya belum bisa sedekah!” Sedekah tidak perlu menunggu kaya. Kecil tapi rutin dan terus meningkat sedekahnya seiring dengan meningkatnya penghasilan itu jauh lebih menyelamatkan. Ingat, ini bisnis yang dijamin tidak rugi, sangat bodoh bila kita tidak ikut di dalamnya.

Ketiga bisnis ini bisa dilakukan oleh siapapun, tidak perlu memiliki mental dan nyali bisnis. Saya yakin bila Anda beriman, cerdas, dan tidak sakit jiwa maka Anda tidak akan pernah meninggalkan ketiga bisnis ini. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ust. Jamil Azzaini

Artikel Terkait:

1 komentar:

  1. Sangat setuju ustadz. Jazakallohu khoiron katsiroon.Salam kenal.

    BalasHapus