Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

Komitmen itu Seperti Mengayuh Sepeda



Mungkin sebagian besar kita adalah tipikal pemuda yang berpikiran simple. Kuliah, kerja, menikah, punya anak, punya cucu, dan mati. Jarang ada pemuda yang berpikir kemana masa depan negara ini akan kita bawa. Kayaknya terlalu berat perihal itu untuk pemuda-pemuda kita. Namun ternyata itu bukanlah hal yang sulit dan rumit bagi pemuda karena semuanya tak sesulit yang dibayangkan, seperti Bill Gates yang memulai kerajaan bisnisnya dari dalam sebuah garasi, sesimpel itulah sebuah tujuan besar. Sayangnya, hal yang rumit dan sulit itu adalah komitmen, mudah diucap, sulit dijalankan.

Kekalahan Barca, Pelajaran Berharga bagi PKS



Skor 0-4 bukan hal yang biasa bagi kekalahan Barcelona atas Bayern Muenchen dalam pertandingan Leg pertama Semifinal Liga Champion Eropa 2013. Dengan tertunduk lesu Lionel Messi keluar lapangan. Sementara punggawa lain Barca juga berjalan gontai keluar lapangan usai laga yang berlangsung dengan tempo yang cepat ini pada dini hari, Rabu 24/4/ 2013

Saya sendiri berharap ada aksi fenomenal Messi pada laga ini. Messi yang menjadi tumpuan Barca di ajang Champion ini sama sekali tak banyak bergerak bahkan menciptakan manuver berbahaya yang mengancam gawang Neur. Messi saya katakan mati kutu di hadapan palang pintu Bayern Munchen. Lebih parahnya, lesunya Messi juga menyebar pada kelesuan semua pemain Barca. Seperti Messi adalah Barca dan Barca redup ketika Messi tidak bersinar pada pertandingan ini.

Sabtu, 13 April 2013

Jika Tempe Ini Mengantarkanku Ke Surga


Oleh: Mukhlishin Muhammad, Mahasiswa UI
“JIKA tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. ..” demikian sang nenek bertutur, ia selalu memaknai hidupnya.
Sang nenek  tinggal di sebuah desa di  Jawa Tengah. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukannya sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.
Suatu pagi, setelah shalat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk  jadi.

Minggu, 07 April 2013

Selembar Bulu Mata


KONON di hari pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia bersikeras membantah. “Tidak! demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.”
“Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa,” jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, “Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu.”

Jumat, 22 Maret 2013

Sidik Jari Dalam Kubur


SAYA mengerti jika anda menganggap judul kisah ini cukup mengherankan, tetapi kejadian yang diceritakan sesungguhnya lebih mengherankan lagi. Kisah ini tentang perasaan yang telah mati… dan qalbu yang tidak sedikitpun mengingat hal-hal ghaib yang patut diimani. Ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang lalu di Mesir, tepatnya di kota Kairo.
Adalah sejumlah laki-laki muda bersaudara yang memiliki hubungan yang harmonis, hanya saja orang tua mereka tidak mendidik mereka dalam nuansa religius mencintai agama dan taat kepada Allah. Dia tidak mengarahkan mereka untuk mempelajari agama ini, sebaliknya pendidikan dan pembinaan yang diberikannya hanya berbau materi belaka, makanan dan minuman yang enak, pakaian yang bagus, sekolah elit, dan rumah mewah; sayang tanpa simpul agama yang menghubungkan mereka dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

Selasa, 19 Maret 2013

Spiderman Di Gunung Salak



Oleh: Eka Desyi
INI terjadi saat tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 di tahun lalu. Kami berada di kamar depan yang biasanya kami pakai untuk ruang santai dan menonton tv. Kadang ruang ini juga jadi tempat segala hal. Karena hanya di ruang ini saja kami merasa nyaman dengan duduk dilantai yang bersih. Mengamati Mada, entah apa yang sedang dia buat dengan segala mainannya. Dari yang namanya dakon, bekel, puzzle, gambar kartun, buku mewarna dan banyak lagi yang lainnya.
Dia bercerita, kalau dirinya di beri tugas oleh gurunya untuk menggambar. Well, Mada menunjukkan hasil karyanya pada saya dengan wajah malu-malu. Dan saya terdiam cukup lama dengan segala penjelasannya, mengapa dia menggambar pesawat sukhoi super jet 100? Sebuah berita yang hamper setiap hari ter uddate di media kala itu. Ternyata Mada pun tahu apa itu Sukhoi Super Jet 100. Saya mencoba menyelami dan mencoba membaca maksud dari isi gambar tersebut.

Sabtu, 16 Maret 2013

Masuk Islam Setelah Tuhannya Dibuang ke Tempat Sampah



Sudah menjadi kebiasaan penduduk Yatsrib, para pembesar membuat patung-patung tuhan kecil di rumah mereka, meskipun sudah ada berhala besar di tempat pemujaan umum. Tidak terkecuali, seorang pembesar yang satu ini. Ia juga meletakkan satu patung yang ia sembah di rumahnya.

Amr bin Jamuh, nama pembesar itu. Anaknya yang bernama Muadz bin Amr telah lebih dulu masuk Islam. Ia ingin sang ayah menjadi muslim juga. Maka bersama Muadz bin Jabal ia membuat strategi dakwah untuk sang ayah, berharap agar ayahnya meninggalkan penyembahan berhala menuju mentauhidkan Allah Ta'ala. Untuk itu, keduanya akan menyadarkan ayah bahwa berhalanya tak sanggup berbuat apa-apa.

Di malam hari, keduanya menyelinap masuk rumah Amr bin Jamuh, mengambil patung tersebut lalu membuangnya ke tempat pembuangan sampah.

Senin, 04 Februari 2013

Harmoni Hati dan Ilmu



Orang yang benar butuh permulaan yang benar. Permulaan yang benar butuh keikhlasan, dan keikhlasan itu ada pada niat suci, sementara kesucian niat  ada pada hati yang bersih. (Kalam Hikmah)

SAUDARAKU, ibarat orang yang berazam ingin ke Surabaya, tentu ia hanya akan  sampai ke tujuan kalau sedari awal ia naik bus jurusan Surabaya. Adapun kalau yang ia pilih adalah bus jurusan Jakarta, tentu sampai kapanpun ia tak kan  sampai ke tujuan.

Pohon mangga hanya akan tumbuh dari biji mangga, dan biji salak pastilah akan menumbuhkan pohon yang sama. Tidak akan mungkin biji mangga menumbuhkan pohon salak, begitu pula sebaliknya.
Demikianlah Saudaraku, sebuah kebenaran dalam bentuk apapun, hanya akan tumbuh dari biji bernama kebenaran. Bagaimana mungkin pohon kebenaran bisa tumbuh berkembang dari sebuah biji bernama kesalahan.

Kamis, 03 Januari 2013

Mayat si Kecil nan Cantik dalam Pelukan Ibunya (Kisah nyata)



Hari ini melelahkan sekali, aku harus berganti kereta sampai 2 kali, dari arah Depok menuju stasiun Kota, dari stasiun Kota nyambung lagi dengan kereta Patas arah Angke sampai stasiun Merak. Tapi karena jadwal kereta kadang tidak jelas, harusnya kereta Patas berangkat pukul 10 tapi jadi molor jauh tidak jelas pukul berapa kereta harus berangkat (mirip lagu Iwan Fals).
Sesaat aku duduk di gerbong yang tidak terlalu padat, disisiku ada seorang ibu yang menggendong anaknya sepertinya sedang terlelap. Karena jenuh 
menunggu kereta tidak berangkat-berangkat, akhirnya untuk mengusir rasa kejenuhan aku mencoba mengajak ngobrol ibu yang menggendong anaknya tepat disebelahku.

Aku : “Ibu, ini anak ibu?”
Ibu : “Iya, neng”. Menjawab dengan tanpa ekrspresi dan aku semakin penasaran.
Aku : “cantik ya bu, anaknya”. Terlihat sekali anak itu didandani dengan bedak dengan baju warna pink serta sedikit celak dimatanya.

Sabtu, 22 Desember 2012

Di Usia 91 Tahun Wanita Prancis Ini Menyatakan Masuk Islam



TIDAK ada batas usia untuk bertobat dan kembali kepada Allah. Bahkan orang yang sudah tua renta pun bisa mendapatkan hidayah Allah sehingga bisa memeluk Islam di akhir senja usianya.

Hal tersebut di alami oleh seorang nenek tua Prancis, berusia 91 tahun, yang di usia tuanya baru menyatakan masuk Islam setelah melihat perlakuan umat Islam terhadap dirinya yang sudah tua renta tersebut sangat baik. Dia memilih nama “Nur” setelah cahaya Islam menembus hatinya.
Nur berbicara tentang perjalanannya masuk Islam ketika anak-anaknya memutuskan untuk menempatkan dia di panti jompo, namun tetangga muslimnya bernama 
Muhammad Maddah, justru meminta dirinya untuk tinggal di rumahnya agar bisa dilayani oleh keluarganya terutama karena keluarganya telah mengenal Nur sejak 40 tahun yang lalu.

Rabu, 19 Desember 2012

Seratus #Hikmah penghilang Gundah (No 1-40) Oleh @hattasyamsuddin



1. Engkau menyalakan sebatang lilin kecil, jauh lebih baik daripada menghabiskan umurmu mengutuk kegelapan #100hikmah

2. Tidaklah perlu bersedih saat gagal, selama engkau masih terus berusaha tuk bangkit kembali dg semangat baru #100hikmah

3. Setiap kali seseorang bertambah pengetahuannya, akan bertambah pula rasa gelisah penasarannya #100hikmah

4. Sang Peluang bertanya pada sang Mustahil : Dimana engkau tinggal ? Ia menjawab : dalam benak orang2 lemah dan takut #100hikmah

5. Sungguh rumah tanpa buku adalah rumah tanpa jiwa #100hikmah

Selasa, 18 Desember 2012

KISAH LEBAH & LALAT


Mengapa LEBAH cepat menemukan Bunga...?
Sedangkan
LALAT cepat menemukan Kotoran ?

Karena naluri Lebah hanya untuk menemukan Bunga,
Sedangkan Naluri lalat hanya untuk menemukan Kotoran.

LEBAH ƭίϑαƙ tertarik pada kotoran. 
Sebaliknya, LALAT ƭίϑαƙ tertarik pada harum dan keindahan bunga.

Alhasil, LEBAH kaya akan madu sedangkan LALAT kaya kuman penyakit.
Mengapa sebagian orang menjadi JAHAT dan sebagian org mnjd BAIK.

Kamis, 13 Desember 2012

Kisah Syaikh al-Utsaimin dan Polisi



Berikut adalah sekelumit kisah dari ulama kita, yaitu asy-Syaikh al-Utsaimin rahimahullah saat berurusan dengan polisi lalu lintas...

SELAMAT MENYIMAK...
SEMOGA BERMANFAAT....
Diceritakan dalam Muqaddimah Syarah Shahih al-Bukhari bahwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin suatu ketika menaiki mobil yang dibawa temannya.
Berangkat dari Unaizah menuju Buraidah untuk suatu kepeluan penting dengan sebuah lembaga sosial. Si sopir yang juga pemilik mobil membawa mobil dengan kecepatan tinggi sehingga diberhentikan oleh polisi.
Melihat Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ada di dalam mobil, polantas tersebut mengizinkan mobil yang ditumpangi Syaikh untuk terus saja. Lantas Syaikh menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, maka ia (sang sopir) memberitahukannya.

Jumat, 07 Desember 2012

Meninggal Dunia Saat Menunggu Anak yang Berbohong


(ilustrasi)
Sebuah kisah yang sangat memilukan dan mengharukan. Benar-benar kisah yang memilukan.
Alkisah, ada dua pemuda yang pergi ke laut untuk bersantai di pantai sambil membawa makanan untuk makan malam. sewaktu mereka duduk sambil menyantap makan malam, tiba-tiba meraka dihampiri oleh seorang nenek yang sudah renta. Nenek itu duduk sambil memungut makanan yang tercecer di tanah dan memakannya.


Ketika melihatnya, mereka langsung menghampirinya dan bertanya, “engkau lapar nek?” dia menjawab, “aku disini sejak pagi dan belum makan apa-apa. Anakku membawaku kesini sejak subuh tadi. Dia pergi meninggalkanku dan mengatakan kepadaku bahwa dia akan datang dan mengambilku sebentar lagi.”

Rabu, 10 Oktober 2012

Kisah Sidik Jari Dalam Kubur


Saya mengerti jika anda menganggap judul kisah ini cukup mengherankan, tetapi kejadian yang diceritakan sesungguhnya lebih mengherankan lagi. Kisah ini tentang perasaan yang telah mati dan qalbu yang tidak sedikit pun mengingat hal-hal ghaib yang patut diimani. Ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang lalu di Mesir, tepatnya di kota Kairo.

Senin, 01 Oktober 2012

Sebuah Kisah Nyata Tentang Kebaikan



Suatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Didalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yg belum terisi.
Di tengah jalan, angkot2 saling mnyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pmandangan aneh. Di depan angkot yg kami tumpangi, ada seorang ibu dgn 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yg berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

Sabtu, 29 September 2012

Ayah..Engkau Lebih Berharga Dari Uang Itu..


Salah satu da’i berkata, “Ada seorang laki-laki memiliki hutang, dan pada suatu hari datanglah kepadanya pemilik hutang, kemudian mengetuk pintunya. Selanjutnya salah seorang putranya membukakan pintu untuknya. Dengan tiba-tiba, orang itu mendorong masuk tanpa salam dan penghormatan, lalu memegang kerah baju pemilik rumah seraya berkata kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah, bayar hutang-hutangmu, sungguh aku telah bersabar lebih dari seharusnya, kesabaranku sekarang telah habis, sekarang kamu lihat apa yang kulakukan terhadapmu hai laki-laki?!

Renungan Hari ini


Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30
seorang kakek berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab
semua dokter masih sibuk dan mungkin dia baru dapat ditangani
setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Saya merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya. Nampaknya cukup baik, sudah kering dan
tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan
yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya
putuskan untuk melakukannya sendiri.


Senin, 24 September 2012

Inilah Sebabnya Mengapa Jika Terkena Liur Anjing Harus Dibasuh Dengan Tanah


Ternyata hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah. Perhatikan kata Rosulullah berikut :

Sabtu, 22 September 2012

MIMPI YANG MEMBAWA HIKMAH


Khalifah Umar bin Abdul Azis pernah gemetar ketakutan. Bukan karena menghadapi musuh di medan pertempuran. Tetapi ketika beliau mendengar cerita tentang alam akhirat.

Semua perbuatan manusia di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Di akhirat kelak setiap manusia akan diperintahkan berjalan melewati jembatan shiratal mustaqim. Manusia akan terlempar ke neraka jika tidak bisa melewati jembatan itu. Sebaliknya, manusia tersebut akan menikmati keindahan surga jika bisa melewati jembatan itu.

Setiap manusia akan menemui kesulitan dan kemudahan yang beragam saat berjalan di atas jembatan shiratal mustaqim. Jika selama hidup di dunia, manusia itu banyak beramal saleh, ia akan mudah melewatinya. Jika tidak, iaakan sulit berjalan di atas shiratal mustaqim. Bahkan, besarkemungkinan iaakan terlempar dan jatuh ke jurang neraka di bawahnya.