Sabtu, 03 November 2012

KIAT TAWADHU



Barang siapa tawadhu' di dunia karena Allah, maka Allah mengangkat (derajat)nya pada hari kiamat.
(HR. Al Baihaqi, shahih lighairihi)

Tawadhu’ berasal dari kata tawadha'a-yatawadha'u-tawadhu'an yang artinya merendahkan diri, rendah hati, atau meletakkan di bawah. Pengertian terakhir itu senada dengan wadha'a yang artinya tempat atau letak. Secara istilah, tawadhu' berarti menganggap orang lain lebih mulia dari diri kita dan tidak merendahkan mereka. Tawadhu' lebih dekat dengan istilah rendah hati dalam bahasa Indonesia, tetapi ia bukan sikap minder atau rendah diri.

Aku RINDU



 Ada seorang laki-laki yang ingin sekali punya anak. Setelah bertahun-tahun berdoa, berharap dan berusaha akhirnya keinginannya dikabulkan oleh Allah SWT. Anda tentu bisa membayangkan bagaimana kebahagiaan lelaki itu. Saat rasa cinta kepada sang anak begitu bergelora Allah SWT memerintahkannya untuk menyembelih sang buah hati yang sangat ia cintai. Saya tidak bisa membayangkan perasaan yang berkecamuk dalam hati laki-laki bernama Ibrahim AS itu.

Jumat, 02 November 2012

Turki Pilih Islamisasi Ketimbang Uni Eropa



Perekonomian Eropa yang carut-marut telah memakan korban. Italia, Spanyol, Irlandia dan Yunani adalah contohnya. Melihat kondisi itu, jelas bukan satu tindakan bijak bagi Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Pakar Strategi dari Institut Teknologi Federal, Zurich, Kurt R Spillman menilai Turki tidak lagi melihat integrasi dengan Eropa menjadi prioritas. Sebaliknya, Turki lebih memilih mengejar industrialisasi dan Islamisasi. 

Kita akan Berjaya...!!!!



Kita harus jaya, kini, saatnya kita bangun dari tidur yang amat panjang, kini saatnya pula kita tampil sebagai pahlawan. Tunjukkan bahwa umat Islam adalah umat yang kuat, tegar dan tegas. Umat Islam adalah umat yang kokoh pendiriannya, solid persatuannya. Jangan biarkan gejolak panas globalisasi berkeliaran bebas di negeri ini.
Sekarang sudah waktunya generasi Umar bin Khattab lahir. Berkata tegas dalam menyikapi setiap persoalan. Jika berbicara politik berbicaralah seperti Umar Bin Abdul Aziz, jika berbicara ekonomi, berbicaralah seperti Abu Bakkar As-Siddiq, jika sedang berbicara tentang pendidikan berbicaralah seperti Ali Bin Abi Thalib.

Kamis, 01 November 2012

JILBAB.. my right.. my choice


 Lagi-lagi, mata kita semakin akrab dengan propaganda-propaganda amatir di media. Propaganda yang  jikalau aku boleh berucap, propaganda yang salah! Pikiranku cukup terganggu dengan tagline berupa: “yang penting memakai jilbab”.  Begitukah?
Ya, sekarang zaman memang sudah modern. Jilbab dengan berbagai gaya dan warna tidak sulit kita cari di mana pun. Mau model panjang, pashmina, jilbab paris, bahkan ada yang bermodel dan diberi nama jilbab ninja atau jilbab maroko. Subhanallah banyak