Selasa, 18 September 2012

Ibu, Maafkan Aku…!!!


Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.

KISAH MENGHARUKAN JANGAN MATIKAN AKU SEBELUM HAFAL AL QURAN


Tepatnya tanggal 5 Oktober 2008 – seorang gadis kecil Indonesia mengalami musibah yang luar biasa di negeri antah berantah nan jauh - Syria. Dia terjatuh dari ketinggian sekiar 15 meter dan terbanting-banting di anak tangga ampiteater Roma di Busrah. Akibat kecelakaan ini gadis kecil tersebut mengalami pendarahan otak yang sangat hebat, dia harus menjalani berbagai pembedahan otak dan merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya sampai berbulan-bulan kemudian. Pada saat pendarahan masih menguasai otaknya sehingga kesadarannya timbul tenggelam, gadis kecil ini lirih berdoa :



"Ya Allah, jangan matikan aku sebelum aku selesai menghafal Al-Qu’ran...".

JAWABAN SEORANG ANAK KECIL KEPADA IBU GURU YANG MELARANG MEMAKAI JILBAB


Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya. Anak: “Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.”

Ibu: “Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.”

Pengakuan "Orang Dalam" tentang konspirasi METRO TV


Yang menarik adalah, Metro TV dianggap bukan kali ini saja memojokkan kelompok masyarakat atau agama tertentu. Sebuah laman menunjukkan pengakuan Edy A. Effendi, seseorang yang mengaku mantan wartawan dan penulis Editorial Media Indonesia. Ia mengungkapkan apa yang disebutnya “Konspirasi Metro TV dan Media Indonesia”.

Baik Metro TV dan Media Indonesia (surat kabar) adalah dua media di bawah naungan Media Group, perusahaan milik politisi Surya Paloh.

Keajaiban di Balik Menyempurnakan Wudlu


Kebanyakan orang berwudlu hanya menjadi rutinitas harian. Membasuh sana-sini dan selesai. Begitu seterusnya. Bahkan kadang tanpa memperhatikan sejauh mana air sudah mengenai anggota wudlunya, dilakukan terburu-buru dan tanpa memperhatikan kesempurnaannya. Namun demikian, kesempurnaan wudlu tidak identik dengan “menghabiskan” banyak air sebab Rasulullah mencontohkan untuk “sederhana” dalam menggunakan air ketika berwudlu.