Senin, 08 Oktober 2012

Menghakimi Hati Orang Lain


Siapakah yang berhak menghakimi hati seorang muadzin, di saat suaranya merdu berkumandang?
Siapakah yang berhak menghakimi hati seorang yang shalat, di saat berdiri penuh ketenangan?
Siapakah yang berhak menghakimi seorang syuhada, di saat berdiri di tengah pasukan dan tubuh penuh bersimbah darah?
Siapakah yang berhak menghakimi hati seorang yang memasukkan hartanya ke kotak-kotak sedekah?
Siapakah yang berhak menghakimi hati orang-orang yang berbuat kebaikan?
Kadang kala manusia berani sekali berprasangka buruk atas perbuatan orang lain, bahkan memfitnahnya, menjadi hakim atas hati orang lain.

Setiap Orang Sedang Membuktikan



Ilmu pengetahuan dan teknologi sudah maju, sejarah sudah panjang membentang dengan bukti-bukti, sepatutnya manusia mengambil banyak pelajaran untuk percaya dengan berita dan janji Tuhan pemilik kesempurnaan.
Hukum alam berlaku dengan sangat teratur, berkaitan, bertingkat-tingkat, sempurna tanpa sedikit pun cacat, hanya pengetahuan manusia sungguh lemah dalam menelusurinya.

‘Knock on Doors’: Film Tandingan ‘Innocence of Muslims’



Berbagai bentuk protes dilancarkan oleh umat Islam atas film Innocence of Muslims, mulai dari aksi damai atau aksi damai yang berujung kekerasan. Hingga menyisakan korban tewas dan luka-luka.
Setelah hampir dua pekan berlalu, Mesir punya cara lain untuk mematahkan film garapan Sam Bacile itu. Mesir membuat sebuah film untuk membela Nabi Muhammad, film ini baru saja diluncurkan pada hari Jumat (5/10/2012) dengan judul “Knock Doors.”

Minggu, 07 Oktober 2012

Sebelum Kita Mengeluh


1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang 
tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidakdapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

Kenalilah Kebahagiaan Jika Ingin Bahagia



 Bahagia, satu kata yang pasti manusia mengetahuinya, namun tidak semua manusia merasakannya. Jika berbicara tentang kebahagiaan, setiap orang akan melontarkan berbagai alasannya mengapa ia merasa bahagia. Mungkin ada diantara mereka yang berkata “Saya bahagia karena suami saya sangat mencintai saya”, “Saya bahagia karena mempunyai banyak anak”, “Saya bahagia karena mempunyai banyak harta”, “Saya bahagia karena mempunyai ini dan itu”, “Saya bahagia karena memiliki si ini dan si itu” dan sebagainya.Tetapi, bagaimana kebahagiaan itu yang sebenarnya?