Sabtu, 23 Februari 2013

Khusyu Dalah Hidup



Pada tahun keempat kenabian saat beberapa sahabat Rasulullah SAW dalam suasana “bercanda” sesama mereka, turun ayat yang menegur mereka:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (Al-Hadid: 26).

Ini adalah peringatan dini kepada para sahabat yang baru empat tahun beragama Islam, karena memang generasi yang akan dibentuk adalah pondasi dari seluruh bangunan Islam yang kita nikmati sampai hari ini, juga adalah generasi yang kuat dari seluruh aspeknya. Ciri utama generasi ini yang menggabungkan kekuatan fisik, kekuatan ruh/iman dan pikiran adalah fokus yang sangat tajam pada orientasi/tujuan, dan itulah makna khusyu’ yang sebenarnya.

Tikar Menjadi Alat Sederhana Pejuang Islamis Mali Hindari Serangan ‘Drone’



KEBERHASILAN pejuang Islamis Mali meninggalkan kota-kota yang mereka duduki akhirnya terungkap. Hal itu terjadi setelah pasukan Prancis menemukan beberapa dokumen yang tertinggal milik kelompok pejuang tersebut. Salah satu dokumen yang ditemukan menyebutkan tips-tips untuk menghindari serangan drone atau pesawat tanpa awak.
Ada 22 tips dari dokumen yang ditemukan yang menjelaskan cara menghindari serangan pesawat drone – termasuk satu tips yang diyakini berasal dari Usamah bin Ladin. Dokumen itu sendiri ditemukan tersembunyi di dalam sebuah amplop manila di sebuah bangunan yang ditinggalkan oleh pejuang Islamis Mali.

Jumat, 22 Februari 2013

Alasan Dokter Negara Maju “Pelit” Memberikan Obat ke Anak



BELUM sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dr. Knol.
“Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection,” kata dokter tua itu.
“Ha? Just wait and see?” batinku meradang.
Ya, aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain.
“Obat penurun panas Dok?” tanyaku lagi.
“Actually that is not necessary if the fever below 40 C.”

Profile 'Lulusan' TARBIYAH



Setiap kita memahami bahwa tarbiyah yg kita alami, kita rasakan, sangat membawa pengaruh dalam kehidupan kita.

Lantas, bagaimana kira2 profil 'lulusan' universitas TARBIYAH itu ?

Sesungguhnya da'wah menjadi tinggi dan mulia dengan ketinggian dan kemuliaan pendukungnya. Harakah Ikhwan mengakui, hal positif dan negatif dari manhaj teoritisnya yang dapat diambil pada buku-buku yang sudah disebarluaskan, bagaimana tingkat ketsiqahan anggotanya terhadap manhaj. Diantaranya adalah menganalisa suatu masalah, sebagaimana terlihat dalam sikap dan tindakan mereka.

Namun tindakan pribadi (fardi) juga berbagai pemyataan spontan atas berbagai masalah, hal tersebut sama sekali tidak mencerminkan harakah secara umum. Sebab memang demikianlah tabi'at suatu pertumbuhan, yang juga erat dengan situasi kondusif yang mendukung prilaku tersebut

'Astagfirullah'..Tutup Botol Vodka Bertuliskan Kata 'Allah'



Produsen pembuat botol minuman asal Kazaskhtan merilis tutup botol Vodka dengan motif kata 'Allah Adalah Pelindung Seluruh Manusia'.

Produksi itu telah dilakukan sejak April 2012 di sebuah kota kecil, Aktobe. Pemerintah Kazakstan mengaku kecolongan terkait masalah tersebut.


Namun, gerak cepat dilakukan aparat kepolisian Kazakstan. Tiga orang yang diketahui terlibat dalam proses pengemasan botol  tersebut ditangkap dan diajukan ke meja hijau.
Pengadilan memvonis ketiga terdakwa itu, yakni Salamat Akhet (17 tahun) pidana 3 tahun penjara,  Nursultan Tenizbayev (18 tahun) pidana 5 tahun penjara dan Arslan Zhakabayev (18 tahun) yang dijatuhi hukuman pidana 5 tahun penjara.

Media Kazakstan dalam laporannya tidak menyebut siapa pemilik pabrik itu. Mereka hanya menuliskan pemilik pabrik itu berasal dari Kazakhstan. Secara terpisah, ibunda Akhet, menyebut anaknya hanyalah korban dari aparat keamanan