KELAHIRAN Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabi’ul Awwal selalu dijadikan peringatan yang sakral di negeri ini. Juga di sebagian belahan dunia Islam lainnya. Peringatan itu dilakukan dengan berbagai macam kegiatan, seperti mengadakan tabligh akbar, gelar dzikir akbar, shalawat massal, hingga dikemas dalam bentuk aneka perlombaan, terutama bagi anak-anak.
Peringatan yang lazim disebut “maulid nabi” tersebut menjadi bermakna manakala dilandasi oleh semangat meneladani sosok Nabi Muhammad SAW. Meneladani beliau karena kita telah mengimaninya sebagai utusan Allah Ta’ala, yang juga manusia terbaik sepanjang zaman.
Keteladanan beliau dapat diungkap dari sisi kepemimpinannya, baik sebagai pemimpin keluarga maupun umatnya, juga pembangunan karakter manusia dan akhlaknya, pendidikan, penegakan hukum, dan sebagainya.


