Rabu, 08 Mei 2013

Tujuh Sunnah Harian Rasulullah SAW


Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun,” (HR Ibnu Majah: 209).
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, Imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibnu Majah” pada Bab: “(Keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia)”.

Selasa, 07 Mei 2013

Al-Quran Dan Kekuatan Listrik Seekor Hiu


EMBRIO dari beberapa jenis hiu dibuktikan dapat mengeluarkan arus listrik. Kekuatan listrik yang katanya mematikan itu difungsikan untuk menghindari predator. Dan inilah pembuktian dari hasil penelitian pertama Ryan Kempster, ahli biologi hiu sekaligus anggota tim peneliti Universitas Western Australia.
Temuan yang juga diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE. Para peneliti Australia itu menemukan bahwa embrio hiu bisa mengidentifikasi medan listrik simulasi predator yang berada di dekatnya. Meskipun terbatas pada kasus telur kecil.
Sementara, hiu dewasa mampu mendeteksi listrik dan bertingkah sesuai dengan sensasinya karena memiliki perasa yang sangat efektif. Semua getaran dalam air, perubahan suhu air, kadar garam, dan rongga gel-filled  yang dimilikinya adalah unsur-unsur pendeteksi listrik yang sempurna yang dimiliki hiu.

Perjuangan Pemuda dan Tradisi Ilmu



Masa Muda adalah Masa Kekuatan prima seorang Manusia. Dr. Yusuf Qaradhawi mengibaratkan usia Muda bagaikan matahari ketika pukul 12.00 yang bersinar paling terang dan panas. Tidak hanya kekuatan namun juga semangat yang membara dari seorang pemuda. Karena itu jangan heran jika Pemuda dan Mahasiswa sering kali menjadi tumpuan dalam setiap perubahan bagi suatu Negara. Tetapi kebangkitan suatu Negara tentu tidak cukup hanya didasari kekuatan dan semangat. Perlu penempatan yang jelas bagaimana Kekuatan dan semangat yang berlebih itu digunakan. 
Tentu saja bukan untuk menuruti hawa nafsu pemuda yang menggebu, namun bagaimana semua itu bisa digunakan untuk membangun tradisi ilmu.
Kenapa sih tradisi ilmu? Semua peradaban yang pernah tercatat dengan tinta emas di lembaran sejarah manusia pasti diawali dengan kebangkitan tradisi ilmu. Kejayaan Islam lahir karena Rasulullah mengajarkan bagaimana pentingnya menuntut ilmu. Beliau telah mengubah kebiasaan bangsa Arab yang hanya mengandalkan budaya lisan menjadi budaya menulis. Para sahabat tidak hanya di suruh menghafalkan namun juga menuliskan setiap firman Allah yang turun.

Pemuda Mewarnai Peran-Peran Kehidupan



Apa yang harus dilakukan anak muda itu sama seperti yang mesti dilakukan seorang petani. Ia wajib mempersiapkan diri untuk menghadapi musim hujan. Bila ia menghabiskan seluruh hasil panennya, tentu ia akan miskin saat sudah tidak panen lagi. (Ibnu al Jauzi, Shaid Al-Khâtir)

Berbicara tentang pemuda maka ada banyak cerita inspiratif yang akan terpapar. Mulai dengan semangat tingginya dalam menjalani hidup. Tentang perannya yang begitu besar. Fisiknya yang kuat. Pemikiran dan ide-idenya yang cemerlang. Dan tentang kesempatan emas ini; masa muda untuk apa ia habiskan. Apakah untuk amal kebaikan atau keburukan. Tapi semoga kita termasuk ke dalam segolongan pemuda yang selalu berada dalam koridor kebaikan dan petunjukNya seperti yang tercantum dalam surat Al-Kahfi [18] ayat 30,
 “Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.” Dan surat Al-Kahfi ayat 13, “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”

"Lahirnya Pemimpin Semesta"



Ahmad Hudan Ro'isyi

Menjadi pemimpin merupakan cita cita setiap manusia. Bahkan di dalam keseharian kita dianjurkan untuk berdoa agar dijadikan pemimpin. Menjadi pemimpin merupakan social needs. Hal ini merupakan sebuah resiko hidup menjadi makhluk sosial. Kebutuhan menjadi seorang pemimpin berlaku dalam semua aspek.

Contohnya dalam tataran sosial, dalam tataran bisnis, dalam tataran keagamaan, dalam tataran entitas kebudayaan dan lain sebagainya. Walaupun dalam prakteknya seluruh tataran tersebut masuk dalam bingkai keagamaan, artinya disini agama mengambil peran yang signifikan untuk mengolah manusia menjadi pribadi pribadi unggul yang siap ditempatkan untuk berkontribusi ke seluruh tataran atau lapisan masyarakat.