Selasa, 07 Mei 2013

Jangan Biarkan Usahamu Bernilai Nol Besar!!


Mungkin kita pernah belajar matematika di saat sekolah di SD dahulu, coba diingat, pasti bukan menjadi rahasia umum lagi ada sebuah “teorema”. hehe. Bunyinya seperti ini, “Barangsiapa suatu bilangan, kecil atau besar sekalipun jika bilangan tersebut dikalikan dengan nol maka hasilnya akan bernilai nol”
Gak usah dicari alasannya, ini sudah menjadi suatu teori yang memang kita harus menerima… haha.
Nah, coba kita tarik suatu teorema itu dalam kehidupan kita, Allah juga memberikan sebuah formulasi kehidupan yang gak jauh beda dengan teorema matematika itu. Barang siapa beraktivitas jika diniatkan untuk kebaikan dan karena Allah maka aktivitas itu akan bernilai sebuah Ibadah, cukup mudah bukan? Yup, itulah kemurahan Allah.

3 Periode Krusial Menuju PKS 3 Besar


"Keterkejutan, Kesadaran lalu Kemantapan"


Oleh Imam Maulana, S.T *)
        
Melihat konstelasi politik yang terjadi saat ini dan sedikit membuka lembaran-lembaran catatan perjalanan partai da’wah ini mulai dari awal tahun 2013 sampai setidaknya nanti 2014 maka PKS akan melewati 3 (tiga) periode yang sangat krusial :

Pertama, Periode Keterkejutan

Periode ini di mulai ketika ‘kriminalisasi’ kasus daging impor dengan ditangkapnya mantan Presiden PKS, walaupun sampai sekarang konstruksi hukumnya masih belum jelas. Kejadian ini sungguh memberikan efek kejut yang luar biasa bagi kader dan partai ini. Layaknya orang terkejut, kadang sedikit menimbulkan keterguncangan, ketidakpercayaan, kegalauan dan berbagai macam efek lainnya

Jumat, 03 Mei 2013

Moursi, Presiden yang Aneh


Sejak berkuasa, Presiden Moursi satu-satunya Presiden yang memiliki kelamin ganda:

1. Dituduh sebagai agen Israel dan HAMAS sekaligus.

2. Dijuluki agen Iran dan AS sekaligus.

3. Dilecehkan sebagai anti syariat Islam dan budak demokrasi, namun AS-Barat ketar-ketir dengan Islamisasi yang ditempuh Moursi.

4. Dihina sebagai budak IMF, padahal AS-Barat menekan agar Mesir di era Moursi segera meneken MoU dengan IMF yang terancam batal.

Pendeta Sily : Karena aku tidak bisa menjawabnya, maka aku masuk islam



Oleh Hasyim Sarhan

Kisah ini adalah kisah yang menakjubkan seputar hidayah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalau sekiranya saya tidak mengalami dan mendengarnya langsung, niscaya tidak ada seorangpun yang saya percayai. Kisah ini bermula ketika saya menjadi Direktur Rabithah Al ‘Alam Al Islamy di Johannesburg Afrika Selatan.
Peristiwa ini terjadi pada tahun 1996 ketika musim dingin. Keadaan hari itu diliputi mendung dan angin yang kencang. Ketika saya menunggu kedatangan seseorang yang sudah ada janji sebelumnya, maka istriku menyiapkan hidangan makan siang untuk menghormatinya. Janji tersebut  adalah dengan seseorang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Orang tersebut adalah seorang penginjil; penyebar agama Nashrani, ia adalah seorang pendeta bernama Sily.

Kamis, 02 Mei 2013

Pecandu Kebaikan



Ada satu kaidah Nabawiyah yang harus kita jadikan pedoman dalam mengarungi samudra luas kehidupan ini. Yaitu sabda nabi yang berbunyi من حسن اسلام المرء تركه مالا يعنيه salah satu ciri menonjol dari baiknya keislaman seseorang adalah kemampuannya untuk meninggalkan sesuatu yang tidak ada urusan dengan dirinya (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah).

Seorang muslim yang keislamannya baik, akan memiliki filter dalam menggunakan langkah langkah hidupnya, dalam membangun konstruksi sejarahnya. Dia tidak akan larut dalam sesuatu yang sebenarnya dirinya bukan bagian dari sesuatu itu. Dia akan senantiasa fokus menyelesaikan masalah yang menjadi perhatiannya, yang memberikan manfaat dunia dan akhiratnya.