“Adikku, seandainya agama kita membolehkan kita pacaran maka kakak akan carikan seorang pacar yang shalih untukmu. Namun agama kita melarang kita pacaran sebelum menikah. Makanya adik melihat kakak tidak pacaran hingga masa itu tiba. Alangkah lebih baik kita manfaatkan waktu yang tersedia untuk berkarya daripada sibuk memikirkan si dia yang belum halal menjadi milik kita.” Salah satu cuplikan status Facebook saya beberapa waktu lalu.
Menariknya, ada beberapa teman yang menanggapi begini: “Iya, memang saya sedang dekat dengan seseorang, tapi kami tidak pacaran (Wah, jujur sekali ya, padahal tidak bermaksud menyenggol).” Seorang teman yang lain juga berkomentar: “Pacaran tu hanya status aja bang. Ada juga orang gak mau dibilang pacaran, tapi tingkahnya bahkan bisa dibilang sama dengan orang yang pacaran, gak ada bedanya doooong?”. (Dalam hati saya, pacaran hanya demi sebuah status?)
