Oleh: dr. Ariani
AKHIR-akhir ini, saya sedang berkonsentrasi melakukan diet televisi untuk kedua buah hati. Masalah ini timbul ketika kami terpaksa harus menumpang di orang tua dengan berbagai pertimbangan. Di rumah neneknya, televisi terbiasa menyala hampir 24 jam sehari. Bahkan ketika tidak ada yang menonton. Wuih, repot kan?
Pada akhirnya, menonton televisi menjadi kebiasaan baru buah hati saya. Dan ternyata banyak yang mengalami masalah seperti yang saya alami. Coba simak data yang saya kutip dari majalah Ummi ini:
Dari Penelitian UNDIP dalam menyiapkan baseline data untuk Pendidikan Media 2008, mendapati mayoritas anak-anak yang diteliti mengaku menghabiskan waktu 3-5 jam pada hari sekolah dan 4-6 jam pada hari libur untuk menonton televisi. Bahkan beberapa dari mereka secara ekstrem mengaku menonton teve 16 jam pada hari libur!

