Senin, 04 Maret 2013

Diece Ergo Sum (Saya Dihina Maka Saya Ada)


ATAS nama harga diri, orang bisa kalap berbuat tanpa kendali. Demi mempertahankan harga diri, orang rela mempertaruhkan jiwanya sendiri. Harga diri adalah harga mati, harga diri harus dijunjung tinggi, karenanya “jangan main-main dengan harga diri….!”, begitu biasa orang menggertak membela diri.
Harga diri bak bara dalam sekam, bila tersulut amarah dapat menyala dan berkobar. Harga diri yang terusik dapat membangkitkan sentimentil yang tinggi, hingga makhluk lemah tak berbisa pun merasa bernyali dan menjadi berani; seekor cacing tanah akan berontak jingkrak bila ia terinjak, apatah lagi manusia makhluk yang memiliki ego tinggi.

Enam Sifat Umar Bin Khattab


UMAR bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza atau lebih dikenal dengan Umar bin Khattab adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan khalifah kedua Islam (634-644). Umar juga merupakan satu di antara empat orang Khalifah yang digolongkan sebagai Khalifah yang diberi petunjuk (Khulafaur Rasyidin).
Umar dilahirkan di kota Mekkah dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad S.A.W. yaitu Al-Faruk yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Teori Kebatilan Darwin


CHARLES Robert Darwin (lahir di Shrewsbury, Shropshire, Inggris, 12 Desember 1809 – meninggal di Downe, Kent, Inggris, 19 April1882 pada umur 72 tahun) adalah seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).
Bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life(biasanya disingkat menjadi The Origin of Species) (1859) merupakan karyanya yang paling terkenal sampai sekarang. Buku ini menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman di dalam alam. Darwin diangkat menjadi Fellow of the Royal Society, melanjutkan penelitiannya, dan menulis serangkaian buku tentang tanaman dan binatang, termasuk manusia, dan yang menonjol adalah The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex dan The Expression of the Emotions in Man and Animals. Bukunya yang terakhir adalah tentang cacing tanah.

Minggu, 03 Maret 2013

Etika Makan dan Bahaya Kekenyangan



ALLAH Swt telah memerinahkan kepada kita untuk makan dengan apa yang telah diberikan-Nya kepada kita, namun dengan syarat rezeki itu harus halal. Kita juga diperintahkan untuk bersyukur kepada-Nya setelah memperoleh itu semua. Menurut Imam Asy-Syafi’i, sesuatu yang halal sesuatu yang tidak ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Menurut Abu Hanifah, sesuatu yang halal adalah sesuatu yang ada dalil yang menunjukkan kehalalannya. Manfaat perbedaan pendapat di antara kedua imam mazhab ini Nampak pada sesuatu yang belum ada hukumnya. Bagi Asy-Syafi’i, sesuatu yang belum ada dalilnya adalah halal, sementara bagi Imam Abu Hanifah sesuatu itu menjadi haram.
Abu Mansyur Muzhaffar mengatakan, “Jangan menyangka ular-ular itu datang ke kuburan dari luar. Ingatlah, perilaku-perilaku kalian adalah ular-ular berbisa bagi kalian. Makanan haram yang kalian makan adalah ular kalian.”

Al-Qur’an Dan Cerita Perjalanan Darah



“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka)      
terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu,” (QS. Al-Infithaar: 6-8).

SETIAP hari tubuh kita sesungguhnya bertempur melawan banyak bakteri, virus, dan mikroba. Beberapa di antaranya dicegah memasuki tubuh, sedang beberapa lainnya berhasil masuk.  Inilah yang disebut dengan sel-sel, yang dianggap tentara, yang bertugas di dalam aliran darah.
Nah, bicara tentang darah. Darah disini memanglah hanya sebuah cairan, namun tidak pernah gagal melakukan suatu tugas yang memerlukan perhatian dan tanggung jawabnya.