Minggu, 24 Februari 2013

Ahmad Heryawan: Memenuhi Harapan Masyarakat Jadi Tujuan



Ahmad Heryawan yang dikenal sebagai politikus mubaligh ini lahir di Sukabumi, 19 Juni 1966. Pendidikan dari SD sampai SMA diselesaikan di kampung halamannya, baru setelah kuliah Heryawan merantau ke Jakarta masuk di Fakultas Syariah LIPIA pada 1992.

Bagi Heryawan, mendapat amanah menjadi gubernur dari masyarakat Jawa Barat adalah satu kepercayaan. Karena itu, begitu dilantik, ia langsung melakukan berbagai program dengan tujuan memenuhi harapan dan keinginan masyarakat Jawa Barat. Janji-janji saat kampanye pilgub satu per satu mulai direalisasikan.
“Tahun pertama adalah masa yang paling berat bagi saya dalam memimpin Jawa Barat,“ kata suami dari Netty Prasetiyani tersebut. Selain terus mempelajari kondisi birokrasi di Jawa Barat, berbagai tekanan dari parpol yang kalah dalam pilgub terus merongrong kepemimpinannya. Ancaman penurunan paksa dari kursi gubernur terus dialamatkan kepadanya.

Dua Anak Tangga Kecil



PERNAH suatu kali saya pergi ke kantor dan di tengah perjalanan saya menyadari ponsel saya tertinggal di rumah. Saya memilih untuk sampai di kantor terlebih dahulu baru nanti agak siang ke rumah lagi mengambil ponsel itu. Walaupun jarak rumah ke kantor tidak terlalu jauh tapi lumayan sebel juga karena harus bolak balik. Apalagi yang tertinggal itu memang ponsel khusus urusan kantor, jadi mau tidak mau harus diambil juga.
Pukul 10.00 saya kembali ke rumah. Singkat cerita, setelah ponsel itu ada di genggaman saya bergegas menghidupkan mesin motor. Eiitss, jarak 50 meter dari motor saya ada seorang nenek usianya lebih dari 70 tahun. Itu tetangga saya, rumahnya cuma berbeda gang dengan rumah saya. Di usia sedemikian tua, nenek itu berniat mengunjungi cucunya yang sakit (rumah cucunya di sebelah rumah saya). Jalannya tertatih tatih dan sangat lambat sekali. Saya sedikit tersepona oleh beliau dan mematikan motor. Saya lihat beliau berjalan sedemikian susahnya. Sampai di depan rumah cucunya beliau berhenti karena jalannya sedikit menanjak

Indonesia; Target Empuk Konspirasi Asing



Sudah saatnya umat Islam selalu waspada terhadap musuh-musuh dari kaum kafir dan munafik. Mereka tidak pernah berhenti memerangi Islam. Mereka berusaha bersungguh-sungguh agar “Protocols of Elder of Zion” (Protokol Zionis) jadi kekuatan hegemoni. Demi cita-cita ini mereka menciptakan konspirasi dalam setiap peristiwa. Indonesia memang bukan Negara Islam, tapi negara Muslim terbesar. Tak heran Indonesia menjadi lahan empuk diintervensi oleh kekuatan asing.

Memelihara Ahmadiyah
Belum lama ini Presiden SBY  mendapat gelar ‘Knight Grand Cross in the Order of Bath’ oleh Ratu Inggris. Banyak spekulasi bahwa gelar tersebut terkait jasa besar SBY melakukan pembelaan terhadap Ahmadiyah yang dipelihara Inggris. Hal penting yang perlu dicatat adalah sinyalemen bahwa para pendukung Ahmadiyah adalah negara-negara asing, rasanya memang ada benang merahnya.

Tentara Korea Berbondong Bondong Masuk Islam



Subhanallah... sebanyak 38 tentara Korea Selatan secara spontan berikrar masuk Islam. Ke-38 tentara Korea itu, satu orang diantaranya seorang komandan bernama Kapten San Jin Gu sedang 37 lainnya adalah prajurit. Kapten San adalah salah satu komandan Brigade 11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yg ditugaskan di Irak. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara.

saat bertugas di wilayah tersebut, Kapten San Jin-Gu sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid. Kebetulan markas pasukannya berada dekat sebuah masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan- gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktekan dikamarnya sendirian.

Sabtu, 23 Februari 2013

Melukis Keindahan Hidup



Menapaki jalan hidup kadang seperti menggoreskan koas pada sebuah bahan lukisan. Mulus tidaknya goresan sangat bergantung pada jiwa sang pelukis. Jangan biarkan jiwa kering dan gersang. Karena lukisan hanya akan berbentuk benang kusut.
Bayangkan saat diri tertimpa musibah. Ada reaksi yang bergulir dalam tubuh. Tiba-tiba, batin diselimuti khawatir akibat rasa takut, tidak aman, cemas dan ledakan perasaan yang berlebihan. Tubuh menjadi tidak seimbang. Muncullah berbagai reaksi biokimia tubuh: kadar adrenalin dalam darah meningkat, penggunaan energi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol, dan asam-asam lemak ikut tersalur dalam aliran darah. Tekanan darah pun meningkat. Denyutnya mengalami percepatan. Saat glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik. Setelah itu, otak pun meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dan, kekebalan tubuh pun melemah.
Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama memunculkan gangguan-gangguan tubuh. Ada diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada dinding saluran pencernaan, gangguan pernafasan, dan terbunuhnya sel-sel otak.