Jumat, 04 Januari 2013

Jangan Tertipu ''Playboy Berkedok Ikhwan''



Subhanallah ukhti, Akhi Fulan bin Fulan ini benar-benar shalih, cara bicaranya, cara merespon lawan bicara, cara memberi komentar di pesbuk, semua kata-katanya indah dan menyentuh, bahkan sangat gentlemen banget.”
Demikian kira-kira curhat seorang akhwat terdengar kepada penulis. Mungkin banyak dari kita mendapat curhat seperti itu dari rekan dekat dan sekitar. Curhat kekaguman seorang akhwat terhadap ikhwan yang dikenal via fesbuk atau jejaring sosial lain. Tidak mengherankan jika akhwat mengagumi ikhwan berlebihan, karena mungkin sang akhwat sedang terpedaya oleh kalimat menghanyutkan dari sang ikhwan.

Tetapi ada hal lain yang mesti diperhatikan oleh seorang muslimah, bahwa lembut dan tegas harus diletakkan pada tempat yang proporsional.
Jika kita memperhatikan pergaulan dunia maya, banyak yang tertipu dan mudah percaya dengan identitas yang tersaji. Padahal dunia maya itu tidak sepenuhnya dapat dijadikan rujukan informasi tentang identitas seseorang.

Kamis, 03 Januari 2013

DINDING RATAPAN



Didinding itu mereka menangisi dosa-dosa mereka,meluahkan harapan, ratapan dan segalanya. Itulah tujuan mereka membuat FB.
Dan tanpa kita sadari, kita lebih banyak mengadu masalah di FB daripada mengadu kepada ALLAH SWT, lebih mengutamakan update status daripada shalat dan dzikir kepada ALLAH SWT.

Hati-hatilah sahabat, bisa-bisa kita nanti menjadi ''Tassyabuh'' atau menyerupai kaum lain (Yahudi). Nabi melarang dalam sabdanya:'' Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam golongannya."
Oleh karena itu, jangan jadikan WALL FB sebagai tempat luahan perasaan seperti mereka. Tapi jadikanlah ia sebagai tempat membagi ilmu dan nasehat kebaikan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Walaupun hanya kepada 1 orang.

Yuk Tobat dari Pacaran!



>> Rugi Waktu:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr 1-3)
Nah loh ! Sudah jelas binti gamblang supaya kita nggak masuk dalam kategori orang yang merugi, harusnya kita melakukan amal shalih, menasehati mentaati kebenaran, dan menasehati dalam kesabaran. Nah sementara para aktivitas pacaran itu justru ngelakuin sebaliknya, waktunya bukan untuk hal yang baik, malahan bermaksiat kepada Allah. Tobat yo!

>> Rugi pikiran:
“Barangsiapa yang (bangun) pagi-pagi sementara dia tidak memikirkan (mempedulikan) urusan kaum Muslim, maka ia tidak 
termasuk ke dalam golongan mereka (umat Islam).” (HR. Hakim)

Mayat si Kecil nan Cantik dalam Pelukan Ibunya (Kisah nyata)



Hari ini melelahkan sekali, aku harus berganti kereta sampai 2 kali, dari arah Depok menuju stasiun Kota, dari stasiun Kota nyambung lagi dengan kereta Patas arah Angke sampai stasiun Merak. Tapi karena jadwal kereta kadang tidak jelas, harusnya kereta Patas berangkat pukul 10 tapi jadi molor jauh tidak jelas pukul berapa kereta harus berangkat (mirip lagu Iwan Fals).
Sesaat aku duduk di gerbong yang tidak terlalu padat, disisiku ada seorang ibu yang menggendong anaknya sepertinya sedang terlelap. Karena jenuh 
menunggu kereta tidak berangkat-berangkat, akhirnya untuk mengusir rasa kejenuhan aku mencoba mengajak ngobrol ibu yang menggendong anaknya tepat disebelahku.

Aku : “Ibu, ini anak ibu?”
Ibu : “Iya, neng”. Menjawab dengan tanpa ekrspresi dan aku semakin penasaran.
Aku : “cantik ya bu, anaknya”. Terlihat sekali anak itu didandani dengan bedak dengan baju warna pink serta sedikit celak dimatanya.

Rabu, 02 Januari 2013

Mushibah Aqidah - Mahasiswa/i IAIN Ikut Misa Natal


Di tengah gencarnya larangan dari oknum elite keagamaan Islam bahkan fatwa haram memberikan ucapan Selamat Natal bagi umat Kristiani, dua belas mahasiswi-mahasiswa fakultas Ilmu Perbandingan Agama IAIN Walisanga Semarang “membuat terobosan luar biasa … dan memberikan kesejukan harmoni.”
Sesaat menjelang dimulainya Perayaan Ekaristi (Misa) Malam Natal di Gereja Kebon Dalem, rombongan mahasiswi-mahasiswa IAIN Walisanga menjumpai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang yang juga Pastor Paroki Gereja Kebon Dalem, Pastor Aloys Budi Purnomo Pr, dan memohon ijin untuk mengikuti Misa Malam Natal di gereja itu.