Rabu, 02 Januari 2013

HIDUP INI HANYA 1,5 JAM



Hidup ini sangat singkat. Seperti kata pepatah Jawa "urip kuwi mung mampir ngombe." Hidup di dunia ini ibaratnya cuma mampir buat minum saja. Al Quran memberitahukan secara implisit bahwa satu hari di akhirat rasanya bagaikan 1000 tahun di dunia.
• "....Dan sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu."  [QS Al-Hajj (22) : 47].

• "Dia mengatur segala urusan dari langit ke Bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."  [QS As-Sajdah (32) : 5]

12 kata “JANGAN MENUNGGU” yang perlu dihindari:



1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapii pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

Selasa, 01 Januari 2013

Tahukah Sobat, Ini Sejarah Tahun Baru Masehi



Sejak 700 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.
Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. 
Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli).Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”.

MENIKMATI PROSES



Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan, tapi bagi kita punya kewajiban untuk menikmati dua perkara yang dalam aktivitas sehari-hari harus kita jaga, yaitu selalu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT.
Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka, karena menang-kalah itu akan selalu dipergilirkan kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena Allah SWT dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu seperti ini, sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada.

Milyaran rupiah tebakar di udara malam langit negeri.



Para fakir miskin yang untuk makan saja mereka sulit, tak dapat menahan air mata ketika tragedi itu berlangsung. "Rabbii... Andai saja uang itu diberikan pada kami, entah sudah berapa banyak nyawa kami yang mereka selamatkan dari mati kelaparan."

Para anak negeri yang bermimpi meneruskan sekolah di tengah kemiskinan keluarga, terpaku menengadahkan wajahnya ke langit. "Yaa Allah... Jika saja uang-uang itu digunakan untuk membantu anak-anak sepertiku, entah berapa banyak masa depan manusia yang mereka mampu perbaiki."
Para ayah dan bunda yang memiliki anak dengan penyakit mematikan di tengah kehidupan mereka yang serba kekurangan, tak mampu menahan isak tangis yang suaranya menyayat hati penduduk langit. "Yaa Ilahi... Kenapa mereka tidak memilih memberikan uangnya untuk membantu kami? Andai itu terjadi, entah berapa banyak orang tua yang mereka selamatkan harapannya."

Maafkan mereka yaa Allah... Ampuni mereka yaa Rabbanaa...
Selamatkan mereka dari hisab-Mu di akhirat kelak...

Aamiin Allahumma Aamiin